Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/aidsjogja/wp-settings.php on line 472

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/aidsjogja/wp-settings.php on line 487

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/aidsjogja/wp-settings.php on line 494

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/aidsjogja/wp-settings.php on line 530

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/aidsjogja/wp-includes/cache.php on line 103

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/aidsjogja/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/slametry/public_html/aidsjogja/wp-includes/theme.php on line 623
AIDS Jogja » 100 untuk 25 … ”Jangan Menyerah, Jangan Melupakan”

AIDS Jogja

May 28, 2008

100 untuk 25 … ”Jangan Menyerah, Jangan Melupakan”

Filed under: Data — Administrator @ 3:57 am

 Oleh : Lumowah Sebastianus W27/05/2008 11:09:46HIV & AIDS di Indonesia merupakan salah satu infeksi menular yang menjadi perhatian pemerintah. Kasus HIV sampai bulan Maret tahun 2008 secara Nasional sebesar 17.998 kasus dan sebanyak 11.868 kasus telah memasuki tahap AIDS dan 6.130 kasus HIV. Kasus HIV AIDS di Kota Yogyakarta sampai bulan April 2008 terdapat 140 kasus sudah memasuki tahap AIDS dan 445 kasus HIV (Data KPA Kota  Yogyakarta, 2008). Besarnya kasus ini masih juga belum menggambarkan kasus keseluruhan yang ada dalam masyarakat. Penemuan kasus HIV & AIDS masih menemukan banyak hambatan, khususnya hambatan stigma dalam masyarakat yang cenderung mendorong seseorang yang berisiko HIV & AIDS enggan memeriksakan dirinya ke fasilitas kesehatan. Selama perjalanan wabah HIV & AIDS di Indonesia, sudah banyak kawan, saudara, istri, suami, pacar, anak, ibu, ayah, paman, bibi, dan siapapun yang kita kenal langsung atau tidak langsung telah menjadi korban dari virus penyebab AIDS ini. Dan setiap bulan Mei pada minggu ketiga, kita semua yang hidup di Bumi ini memperingati hari kenangan dengan menyalakan lilin untuk mengenang yang sudah terinfeksi HIV (sebagian besar sudah meninggalkan kita) dan meneguhkan semangat kita dalam melawan wabah HIV & AIDS. Secara internasional acara ini kemudian dinamakan sebagai International AIDS Candlelight Memorial, di Indonesia sendiri kita mengenalnya dengan sebutan Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN). Selain peringatan International AIDS Candlelight Memorial atau MRAN, setiap tanggal 1 Desember juga diperingati sebagai Hari AIDS se-Dunia (World AIDS Day).International AIDS Candlelight Memorial pertama kali diselenggarakan di Indonesia pada tahun 1991. Peristiwa ini dikenal sebagai Malam Tirakatan Mengenang Korban-korban AIDS, dan selanjutnya terus diperingati setiap tahunnya sebagai Malam Renungan AIDS Nusantara. Sedangkan Hari AIDS se-Dunia (World AIDS Day) ditetapkan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) para Menteri Kesehatan se-Dunia yang dilaksanakan pada tahun 1988 di London Inggris.Peringatan Malam Renungan AIDS Nusantara tahun ini menjadi spesial, dikarenakan pada tanggal 20 Mei 2008 lalu, kita Bangsa Indonesia juga sekaligus memperingati 100 Tahun Kebangkitan Bangsa, sebuah momen sejarah di mana semangat pantang menyerah para pejuang dan pendiri bangsa ini mampu membangkitkan perjuangan dan perlawanan terhadap para penjajah.Mengapa saya memberi judul tulisan ini “100 untuk 25”? Itu adalah karena ada sebuah harapan bahwa Semangat Kebangkitan Bangsa yang sudah berusia 100 tahun mampu membakar dan mengobarkan semangat perjuangan masyarakat kita dalam gerakan penanggulangan AIDS di Indonesia, terutama di Yogyakarta.  Ya!!! Karena pada tahun ini genap sudah 25 tahun perjuangan masyarakat dunia, termasuk juga masyarakat Indonesia dalam perjuangan melawan epidemi HIV & AIDS, dimana selama 25 tahun terakhir kita terus memerangi kegelapan dengan cahaya lilin yang ada pada hati kita, agar kita semua terus berjuang tanpa kenal lelah untuk tidak menyerah dan tidak akan melupakan  (Never Give Up, Never Forget) bahwa perjuangan kita masih berat dan panjang. Seperti semangat para pejuang pahlawan negeri ini yang tidak pernah menyerah hingga akhir.Dan seperti syair pada lagu Nidji.“Jangan pernah lupakan aku…”“Jangan kau tinggalkan diriku…”Semoga kita tidak melupakan sahabat, saudara, istri, suami, pacar, anak, ibu, ayah, paman, bibi, dan siapapun yang kita kenal langsung atau tidak langsung telah menjadi korban dari virus penyebab AIDS ini. Yang oleh sebagian masyarakat kita (dikarenakan kekurangan informasi) dianggap sebagai sampah masyarakat, padahal sesungguhnya mereka telah berjasa besar dalam gerakan penanggulangan HIV &  AIDS bagi negara ini. Selamat merenung dan mengobarkan semangat dalam diri kita masing-masing, seperti kobaran semangat Kebangkitan Bangsa. q - g. (3811-2008).*) Lumowah Sebastianus W, Project Implementing Manager Komisi Penanggulangan AIDS Kota Yogyakarta.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

Powered by WordPress